PHP_INJECT_OK Karnaval JKPI Libatkan Ribuan Peserta, Sejumlah Jalan di Ternate Direkayasa
09
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Karnaval JKPI Libatkan Ribuan Peserta, Sejumlah Jalan di Ternate Direkayasa

halmaheranesia
Agustus 24, 2026 pada Kabar Daerah
Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly. Foto (Istimewa)

Halmaheranesia – Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate pada 26–30 Agustus 2026 akan berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

Sejumlah ruas jalan akan ditutup sementara dan dilakukan rekayasa lalu lintas selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Perhatian utama berada pada pelaksanaan karnaval budaya yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026. Kegiatan tersebut akan menggunakan badan jalan mulai dari kawasan belakang Benteng Oranje hingga depan Kedaton Kesultanan Ternate.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, yang juga merupakan anggota Panitia JKPI, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi terganggunya aktivitas selama kegiatan berlangsung.

“JKPI dimulai pada 26 hingga 30 Agustus. Kemudian, pada 29 Agustus akan digelar karnaval yang menggunakan badan jalan raya mulai dari belakang Benteng Oranje hingga depan Kedaton Kesultanan,” kata Thamrin, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurutnya, karnaval tersebut akan melibatkan ribuan peserta dari anggota JKPI dan peserta lainnya. Selain itu, sebanyak 1.300 pelajar SD dan SMP di Kota Ternate juga akan ambil bagian dalam penampilan Tari Soya-Soya serta rangkaian karnaval budaya.

Thamrin mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak agar menyesuaikan aktivitas selama kegiatan berlangsung. Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kelurahan Gamalama, Santiong, Makassar Timur, Makassar Barat hingga Salero.

“Atas nama panitia, kami memohon maaf apabila kegiatan ini mengganggu aktivitas masyarakat. Nantinya akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Untuk teknisnya akan ditangani Dinas Perhubungan bersama Polres Ternate,” ujarnya.

Panitia, lanjut Thamrin, juga akan berkoordinasi dengan para lurah di wilayah terdampak untuk membantu menyosialisasikan rekayasa lalu lintas kepada masyarakat.

Ia mengakui penggunaan badan jalan untuk pelaksanaan karnaval berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas pihak diperlukan agar pelaksanaan kegiatan tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan yang lebih besar.

“Selain agenda rapat kerja, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Ternate sebagai kota pusaka dan salah satu episentrum sejarah rempah dunia,” pungkasnya.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU
close