Ternate, HN – Sidang perdana terdakwa Abdul Gani Kasuba (AGK) selaku mantan Gubernur Maluku Utara atas perkara suap proyek perizinan infrastruktur dan pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Maluku Utara digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Ternate, Rabu, 15 Mei 2024..

Pada sidang tersebut, mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK) didakwa menerima suap dari sejumlah Kepala Dinas (Kadis) dan pihak swasta melalui rekening orang dekatnya dengan nilai ratusan miliar.

Sidang dengan perkara nomor 11/Pid.Sus-TPK/2024/PN Tte itu dipimpin langsung Ketua PN Ternate, Rommel Franciskus Tampubolon dan didampingi 4 hakim anggota dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Andi Lesmana salah satu JPU KPK dalam dakwaannya mengatakan, terdakwa pada 13 November 2023 sempat meminta uang kepada Imran Yakub dan Ridwan Arsad serta para pihak kontraktor di Maluku Utara.

JPU juga membeberkan jumlah uang yang mengalir sebanyak 27 rekening, yang dipegang atau dikuasai oleh Ramadhan Ibrahim sebagai ajudan senilai Rp 87 miliar. Diluar dari itu, AGK pun menerima secara cast berupa dolar senilai 30 dolar AS.

“Uang-uang yang diterima melalui rekening Rp 87 miliar itu secara bertahap. Jadi dihitung secara keseluruhan uang yang diterima sebesar Rp 99,8 miliar,” jelasnya.

Selanjutnya, menetapkan barang bukti berupa 1 buah ATM BCA Platinum Debit Nomor kartu 5260 5120 2146 1106 Ramadhan Ibrahim 19-Dec-2023 STPBB/3288/DIK.01.05/23/12/2023 sampai dengan barang bukti nomor 891 bidang tanah berserta bangunan diatasnya sesuai dengan buku tanah hak milik nomor 01405 yang terletak di Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan atas nama Masri Nikiulu.

Bangunan yang berdiri di tiga bidang tanah yakni HM 1113, 1129 dan 1405 tersebut merupakan bangunan tiga lantai yang terdiri dari kamar-kamar (penginapan) yang menjadi satu kesatuan Abdul Gani Kasuba 20-Mar-2024 STPBB/0736 DIK.01.05/23/03/2024.

Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan JPU, sidang AGK langsung ditutup Hakim Ketua, Rommel Franciskus Tumpubolon dan akan dilanjutkan pada Rabu 22 Mei 2024 pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *