Ternate, HN – Pemerintah Kota Ternate mengalokasikan anggaran senilai Rp 18 miliar dalam setahun untuk pembayaran iuran BPJS masyarakat Kota Ternate. Pengalokasian anggaran ini untuk memastikan warga Ternate mendapat jaminan kesehatan secara optimal.

Kepala BPKAD Kota Ternate, Abdullah H. M. Saleh, mengatakan forum komunikasi tingkat utama BPJS Kesehatan sudah menggelar rapat tahap satu untuk membangun sinergitas antara BPJS dengan Pemkot Ternate.

“Jadi semua warga Kota Ternate harus diproteksi oleh pemerintah berkaitan dengan jaminan kesehatan ini,” kata Abdullah, Selasa, 22 Agustus 2023.

Ia mengaku, sampai saat ini sudah tercatat 90 persen lebih warga Kota Ternate telah terdaftar kepesertaannya dalam BPJS, baik melalui BPJS mandiri maupun program perlindungan kesehatan.

“Makanya kita cek ulang datanya, agar tidak ada kendala, sebab ada warga yang sudah meninggal, kemudian ada yang baru masuk ke Ternate, itu yang kita cek. Kemudian kita lakukan sinkronisasi agar semua warga bisa mendapat jaminan kesehatan melalui BPJS,” ungkapnya.

Menurutnya, perhatian Pemkot kepada warga Kota Ternate melalui program jaminan kesehatan nasional sangat tinggi, bahkan sampai saat ini dalam sebulan Pemkot membayar iuran BPJS warga Kota Ternate mencapai Rp 1,5 miliar.

“Saat ini ada tunggakan satu bulan dan kita akan selesaikan, ini karena Pemkot Ternate punya perhatian yang maksimal kepada warga untuk mendapat perlindungan jaminan kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, perhatian pemerintah terhadap kesehatan warga ini dibuktikan dengan Kota Ternate masuk Universal Health Coverage (UHC) atau sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.

Sehingga, predikat ini menunjukkan Pemkot Ternate sudah memberikan perlindungan ke warga Ternate mencapai 90 persen dari jumlah populasi warga Kota Ternate.

“Saat ini sedang dilakukan update data kembali jangan sampai ada warga yang sudah meninggal, kemudian warga yang baru datang ke Ternate yang belum terdaftar di BPJS,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *