Ternate HN – Pedagang asal Tobelo, Halmahera Utara, yang berjualan di Pasar Gamalama, Kota Ternate, menyebutkan pernyataan ‘rasis’ mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Ternate, Muchlis Djumadil, hanya bercanda dan tak benar adanya.

“Saya beserta pedagang meminta maaf. Tidak ada atas desakan apapun, kita para pedagang meminta maaf dan sebaliknya menerima permintaan maaf dari (mantan) kepala dinas,” ucap Koordinator Komunitas Pedagang Tobelo Pasar Gamalama, Ilyas Kaeli, Selasa, 30 Mei 2023.

Maya, salah satu pedagang Tobelo di Pasar Gamalama menceritakan, bahwa informasi sesuai video yang tersebar tidak benar adanya. Sebab ia yang mengambil video saat Muchlis sedang bercerita.

“Pak Kadis punya maksud tidak begitu, mereka datang dan ingin melakukan penertiban saja. Bahkan kami diberikan uang sebesar Rp 100 ribu untuk membeli gorengan,” kata Maya.

Menurut dia, bukan baru pertama Muchlis melakukan penertiban di lapangan. Terutama di kawasan belakang Jatiland Mall.

“Pak Kadis datang dan marah-marah itu bukan baru satu kali, tujuan dari marah ke pedagang ini agar ada penertiban di pasar. Jadi seperti perkataan Pak Kadis dalam video itu hanya basedu (bercanda) ke pedagang saja,” paparnya.

Sementara, pedagang lain yang berada di lokasi setempat saat Muchlis melakukan penertiban menambahkan, bukan hanya pihak Disperindag yang ada di lokasi.

Namun, ada juga Satpol-PP Ternate dan pihak terkait yang sementara memperbaiki pembangunan di belakang Jatiland Mall.

“Saat itu saya saksikan Pak Kadis berbicara, beliau itu baik. Tidak ada maksud untuk mengusir pedagang, bahkan kehadiran beliau untuk penertiban pedagang,” ucap seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara Muchlis, dalam keterangannya mengatakan permohonan maaf kepada pedagang Tobelo. Sebab, ada ucapan yang telah dipelintir.

“Kemarin saya dapat telepon dari koordinator dari pedagang Tobelo, bahwa kalau boleh kita duduk bersama dan saling meminta maaf atas beredarnya video tersebut. Tidak ada tujuan untuk mendiskriminasi terhadap pedagang Tobelo, mungkin secara spontan kalimat yang dikeluarkan, saya secara terbuka minta maaf,” ungkap Muchlis.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *