Ternate, HN – Sejumlah pedagang tahu dan pentolan di kawasan Mesjid Raya Almunawar, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, bakal ditertibkan pemerintah kota. Hal itu karena diketahui tidak ada izin berjualan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Muchlis Jumadil, mengaku area tersebut selama ini tidak pernah dilakukan penagihan retribusi.

“Untuk izinnya saat ini kita masih cari tahu. Nanti kita berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk pihak mesjid raya dan pemuda setempat,” kata Muchlis, Senin, 16 Januari 2023.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan penindakkan atau penertiban. Tujuannya supaya bisa mengetahui atas dasar apa para pedagang berjualan di area tersebut.

“Kita juga akan tanya pihak Baznas, apakah retribusinya masuk ke mereka atau seperti apa, yang jelas mereka harus dapat izin dari pemerintah dan harus bayar retribusi,” tegasnya.

Ia mengatakan, area tersebut juga terdapat parkir liar yang biasanya dilakukan sejumlah pemuda, apalagi saat ada acara atau kegiatan di gedung Dhuafa Center.

“Biasanya pemuda setempat lakukan parkir liar tapi tidak ada karcis parkir,” ungkapnya.

Selain itu, Kepala Satpol PP Kota Ternate, Fhandy Mahmud, mengatakan pihaknya akan melakukan penertiban di area tersebut, jika memang benar tidak megantongi izin berjualan. Apalagi ada parkir liar yang dilakukan sejumlah pemuda.

“Kita dapat informasi, katanya ada joki parkir liar yang dilakukan pemuda setempat. Dan kalau memang ini informasinya jelas maka akan kita tertibkan,” tegasnya.

Meski begitu, lanjut dia, tugas penertiban parkir liar dan penertiban pedagang ini mestinya dilakukan oleh pihak Dishub dan Disperindag. Namun, kolaborasi dan kerja sama itu penting.

“Sebentar nanti saya akan kirim tim, bila perlu saya turun langsung untuk melakukan penertiban,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *