Ternate, HN – Penumpukan sampah di sejumlah kelurahan di Kota Ternate, Maluku Utara, semakin menjadi-jadi.

Pantauan halmaheranesia, Selasa, 3 Januari 2023, sampah menumpuk di tepi jalan di dua lokasi, yakni Kelurahan Mangga Dua Utara dan Kelurahan Mangga Dua, Ternate Selatan.

“Di sini so (sudah) memang jadi tempat pembuangan sampah, sebab tarada (tidak) TPS yang disediakan oleh pemerintah. Jadi sampah apa saja torang (kami) buang di sini,” ungkap Rasna, yang juga berjualan es kelapa muda di lokasi tersebut.

Ia mengaku, di tempat tersebut bukan hanya warga di kelurahan yang membuang sampah, tapi siapa saja yang lewat pun turut menyumbang sampah di lokasi tersebut.

So jadi tempat sampah samua orang yang lewat. Biasanya sampah ini menumpuk sampai tiga bahkan empat hari baru oto (mobil) sampah datang muat,” ujarnya.

Warga lainnya, Riski yang juga sebagai tukang ojek di pangkalan dekat Pelabuhan Semut pun merasa kesal dengan tumpukan sampah yang belum diangkut pihak dinas kebersihan.

“Sampah itu dari tahun 2022 sampai 2023 pihak pemerintah belum angkat hingga sekarang,” kata Riski.

“Kalau tidak ada TPS, maka siapa saja akan buang sampah sembarang. Apalagi area sini kan banyak pengunjung, yang pasti akan samua buang sampah di sini,” sambungnya.

Selain itu, Ketua RT 06 Kelurahan Mangga Dua, Yasim Ali, saat ditemui mengatakan sampah yang tertumpuk di sepanjang kali mati di wilayahnya juga sebagai tempat pembuangan dari warga tetangga.

Ia bahkan pernah membuat spanduk larangan membuang sampah sebanyak enam spanduk di sepanjang kali mati tersebut. Peringatan berupa plang larangan itu justru tidak mendapat perhatian untuk sadar sampah.

“Sampah banyak model begitu bukan hanya tong (kami) di sini yang buang, tapi dari warga sebelah juga yang buang. Saya pernah buat spanduk, tapi sama saja tarada perubahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, TPS dan bak sampah hingga kini memang belum juga tersedia di wilayahnya.

“Di sini bak sampah tidak ada, jadi masing-masing rumah beli tempat sampah. Ada Kaisar untuk angkat sampah, tapi tidak bisa masuk di area sini,” jelasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *