Ternate, HN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Kota Ternate bakal melakukan penyesuaian tarif air minum di Kota Ternate. Penyesuaian ini menyusul adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL).

Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Ake Gaale Ternate, Abubakar Adam, mengatakan pihaknya melakukan penyesuaian tarif air menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.

Ia menjelaskan, dalam Permendagri disebutkan, pelanggan atau pengguna air terdapat empat kelompok, yaitu kelompok I sosial, II rumah tangga, kelompok III bisnis, dan kelompok IV khusus.

“Selama ini di Ternate ada perbedaan, di mana pada kelompok rumah tangga ada klasifikasi yang seharusnya masuk pada kelompok bisnis,” kata Abubakar, Kamis, 29 September 2022.

Abubakar menambahkan, pihaknya melakukan perubahan, yakni awalnya dari kelompok rumah tangga kemudian diubah atau dimasukkan ke kelompok bisnis, misalnya pada golongan 3B yakni penginapan, indekos, kafe, rumah makan, dan bengkel.

“Golongan 3B itu masuk pada kelompok bisnis, yang selama ini masuk di kelompok rumah tangga,” ungkapnya.

Kemudian untuk tarifnya sendiri, kata Abubakar, pada kelompok sosial tidak dinaikkan tarif, yakni keran umum, kamar mandi umum/WC umum, tempat ibadah, dan juga sekolah, RS pemerintah, yayasan sosial, dan panti asuhan.

“Dulu, untuk kelompok rumah tangga cuma Rp 2.000 dan saya kasih naik 10 persen yaitu menjadi Rp 2.200. Di Tidore itu Rp 4.000 loh dan kenaikan tarif ini pun masih tetap masih di bawah Kota Tidore,” ungkapnya.

“Untuk kelompok sosial tidak naik, misalnya keran umum pemakaian dari 1-10 kubik dikenakan Rp 750, WC umum Rp 1.000, tempat ibadah Rp 1.500 dan sekolah, panti asuhan dan lainnya Rp 1.750,” sambungnya.

Menurutnya, dalam Permendagri disebutkan juga tentang kenaikan progresif, di mana penggunaan air misalnya pemakaian 10 kubik dikenakan tarif berbeda dengan yang memakai 20 kubik atau  di atas pemakaian 30 kubik.

“Maka pemakaian 20 kubik berbeda tarifnya dengan 30 kubik, itu kami kasih naik agak sedikit besar. Kenapa? Di situ ada fungsi edukasi untuk menahan agar masyarakat jangan terlalu boros menggunakan air,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Makmur Gamgulu, menyebutkan berdasarkan hasil rapat dengan Perumda Air Minum Ake Gaale Ternate, dirinya melihat ada formula baru pada penyesuaian tarif air.

“Ini ada konsekuensinya dengan kenaikan TDL dan BBM, dan membawa konsekuensi pada biaya operasional,” katanya.

Makmur mengemukakan, dengan demikian tidak ada pilihan lain kecuali tarif pemakaian air di Kota Ternate harus dinaikkan atau disesuaikan, dan menurutnya hal ini sangat logis atau masuk akal.

“Ini kan juga disesuaikan dengan Permendagri. Ada klasifikasi atau kelompok pengguna air yang dulunya tidak sesuai dengan Permendagri maka diubah,” ucapnya.

Meski demikian, kata dia, penyesuaian tarif yang dilakukan pihak Perumda Ake Gaale akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat Kota Ternate.

“Ini baru menjadi rancangan, nanti disesuaikan lagi, baru kemudian disosialisasikan, setelah itu diterbitkan Perwalinya,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *